Now i wanna tell about my own experiences with my boarding house... at Argulo.
Pengalaman ku di kost Argulo berkesan banget. Udah lebih dari 2 tahun aku di Jogja dan ngekost di sana. Pertama kali aku ke Jogja bareng 2 orang temanku dari Aceh, Acun dan APin(Panjul). Kost kami di Jogja diurus oleh cici nya Acun. Karena ada anak Vidyasena yang tinggal di kost Argulo (Ko GGn, Ko Olwin, Ko Yanto, Ko Agung) di tahun 2004, maka cici nya Acun merekomendasikan kami untuk ngekost di sana. Selain ada beberapa anak Vidyasena yang nantinya akan membimbing kami di Jogja dan suasananya juga cukup menyenangkan.
Awalnya kemana-mana kami selalu bersama-sama. Makan ya pergi bersama-sama, test di kampus ya bersama-sama, mandi ya sama-sama (kamar mandinya ya tetep satu-satu donk), satu kamar buat ditinggali bersama-sama, tapi untuk urusan nyuci awalnya pakaian kami dicuci ama Panjul,hehehe... Setelah tinggal beberapa bulan di Argulo, kami mulai menempati kamar yang berbeda. Awalnya kamar itu kosong melompong, tapi setelah kami isi dan itu masih juga kelihatan kosong karena kami belum mengerti cara menata kamar ala anak kost yang perabotannya harus beli sendiri, sedangkan barang-barang kami masih berserak-serak.
Tidak berapa lama kita tinggal di Argulo, kita pun mulai berkenalan dengan para penghuni yang lainnya. Sambil berkenalan dengan tiap tetangga kami, kamipun sambil berkenalan pula dengan tata ruang kamar mereka. Kami mengunjungi dan melihat kamar mereka, awalnya desain kamar mereka membuat kami berdecak kagum. Gimana ngak, baru kali ini kami sadar bahwa kami harus menata kamar sendiri. Udah anak kuliah lho... anak kost-kost-an... Tata kamar mereka rapi dan teratur karena tiap-tiap barang yang mereka punya ditata di perabot. Perabot yang dimaksud di sini bukan perabot mewahan, tapi perabot yang biasa dipakai sama mahasiswa. Misalnya rak-rak buku, rak bertingkat serba guna, lemari pakaian, gambar di dinding, dan yang gak kalah penting itu meja komputer.
Setelah itu kami balik ke kamar kami dan mulai berpikir-pikir dan membuat rencana. Kira-kira yang ada di dalam benak kami saat itu adalah : "Wah setelah lihat-lihat kamar mereka, bagus juga ya kalo banyak perabotan yang berguna, jadi kan bisa nyusun barang-barang biar rapi. Trus besok tanya-tanya mereka ah beli dimana, trus minta tolong aja dianterin buat beli itu barang, hehehe...". Teman-teman kost kami baik-baik tuh. Kita mau beli ini itu biasanya kalo mereka sempat ya pasti di anterin. Kadang kala kita mau ke kampus buat test, biar ga telat, biasanya kita di anterin kalo naik bus udah ga memungkinkan lagi. Argulo...oh Argulo sing ku tresno... Argulo... manis aire koyo gulo wae... hehehe... Begitulah pengalamanku di Argulo bersama dengan semua penghuninya.
May all beings be happy in theirs kindness.
Semoga semua makhluk berbahagia di dalam kebaikan mereka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar