Masih teringat di benak ketika pertama kali menginjakkan kaki ke jenjang pendidikan SMP. Semuanya terasa sangat berbeda sekali ketika masih di bangku SD. Semuanya terasa asing dan baru sekali meskipun tetap di perguruan yang sama (Yayasan Perguruan Katolik Budi Dharma). Yang pertama kali sangat terasa adalah seragam yang berbeda. Sewaktu SD, pakaian yang dikenakan adalah seragam putih-merah, tetapi ketika telah menginjak jenjang SMP, seragam yang dipakai adalah putih-biru.
Hari pertama sewaktu masih siap-siap di rumah untuk berangkat sekolah, perasaan yang ada hanyalah deg-deg-an dan rasa penasaran yang cukup akan suasana dan pelajaran yang akan diterima. Peralatan sekolah semuanya pun baru. Ketika melangkahkan kaki di depan pintu gerbang hingga ke tengah sekolah menuju ke ujung untuk menjangkau lantai 2, mata seakan tak henti-hentinya melirik ke kiri dan ke kanan untuk memperhatikan tatapan orang terhadap pakaian yang dikenakan. Untung saja di sekolah ada beberapa teman yang sudah datang, jadi merasa agak lega karena tidak sendiri lagi yang mengenakan pakaian SMP.
Guru-guru yang dulunya mengajar di SD, tidak lagi menajar di SMP. Semuanya adalah nama-nama baru yang baru dikenal dari tiap mata pelajaran dengan pertemuan pertamanya. Mata pelajaran yang diajarkan juga sudah berbeda dan lebih mendalam. Mata pelajaran yagn baru itu antara lain, yaitu : Fisika, Biologi, Geografi, Sejarah, Ekonomi. Di SD hanya ada IPA, IPS, MM, Kesenian, Agama. Tetapi di SMP cakupan mata pelajarannya terasa lebih meluas.
Ketika di SD menempati bangunan lantai 1. Di SMP sudah menempati bangunan di lantai 2. Suasana di lantai dua terasa cukup berbeda. Ada kalanya merasa sudah lebih senior daripada teman yang masih di SD, ada kalanya merasa bahwa di gedung lantai 2 inilah ilmu-ilmu pengetahuan yang baru akan menjangkau dan merambah. Di sinilah akan dilaksanakan berbagai experimen laboratorium pada mata pelajaran Biologi dan Fisika.
Suasana kala itu, udara itu, intensitas cahaya yang cukup merambah di sebuah tembok terbuka itu, warna cat tembok itu, pagar besi itu, aula itu, tegel yang penuh dengan buah maceri itu… semuanya menyuarakan di benak bahwa semua kenangan yang masih tersisa dengan baik adalah kenangan terbaik di dalam kehidupan sekarang ini. Dan itulah yang harus dibanggakan yang oleh karenanya berarti ilmu pengetahuan masih terus dan tetap dikenang, dihayati, dan dijunjung setinggi-tingginya.
Yogyakarta, Jum’at, 5 Oktober 2007
Rabu, Februari 06, 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar