Selasa, Januari 22, 2008

Utopia ku

Utopiaku (Dunia/tempat khayalan)
=================================
Tempat atau dunia khayalan yang mengimajinasi alam pikiranku...
Utopia yang merupakan sesuatu yang dimiliki setiap manusia di dalam imajinasi pikirannya.
Suatu tempat indah yang ia idamkan. Suatu tempat indah yang membuatnya nyaman dan sangat betah dan sangat memanjakan raganya.

Utopiaku :
===========
Utopiaku berupa beberapa clue / kata kunci yang akan membentuk gambaran tentang suatu tempat yang ku idamkan.

1. Utop`1 (Rumah di pegunungan)
- Rumah kayu coklat di pegunungan hijau berumput
- Halaman depan berumput dan tak bepohon
- Udara sejuk dan segar dan berkabut sedikit
- Tanpa matahari
- Aku duduk di kursi rotan berbentuk dan menikmati teh manis hangat
- Di teras yang berpagar kayu aku duduk dan minum
- di dalamnya (rumah) sangat nyaman dgn cahaya kuning lembut
- Perabotan kayu dan lantai beralaskan karpet bulu putih yang hangat dan lembut

2. Utop`2 (Ujung laut spt angkasa)
- Melihat laut dan cakrawala spt pembatas bumi dan angkasa luar
- Pemandangan malam hari
- Planet-planet seperti saturnus, jupiter, mars, venus terlihat dgn jelas
- Laut yang bila ditarik garis horizon dan vertikal akan membentuk garis
kotak yang akan membentuk spt blok2 digital dan angkasa dipenuhi bintang

3. Utop`3 (Mimpi ttg langit angkasa)
- Melihat langit di malam hari yang penuh dengan galaksi dekat
- banyak bintang yang mengelilingi galaksi
- galaksi kuning berbentuk spt awan berbintang dan lembut
- galaksi merah, biru, hijau dan warna lainnya ada di sisi lain
- awan berpindah dan berubah bentuk dgn cepat dan berwarna spt galaksi
- Ku saksikan di lantai 4 rumahku di aceh

4. Utop`4 (duduk di balkon)
- Di apartemen berbalkon 1000 bersama dgn kekasih berduaan
- Duduk di balkon dengan kursi berbentuk
- Berpelukan dgn kekasih yang mana kami sdg berpacaran
- Kekasih dan malam abadi
- Malam dan perasaan tanpa akhir
- Jarak antar balkon sangat panjang, apartemen raksasa
- Pemandangan laut malam hari dengan sisi pantai yang terang, laut gelap
- Di pantai orang-orang sedang duduk dan bermain
- Memandang ke langit bersama kekasih melihat langit malam berbintang
- Angin sepoi-sepoi berhembus sejuk dan tanpa masuk angin
- Dalam ruangan yang lampunya dimatikan

5. Utop`5 (Surga Atlantis)
- Dataran yang sejuk dipenuhi dengan kabut sejuk tapi tak berair
- Air jernih biru dengan air mancur, yang tak pernah kotor
- Dunia tanpa debu dan tanpa penyakit
- Peradaban seperti di AOM (Age of Mythology)
- Memiliki pancaran cahaya dan kilauan dari benda tertentu
- Bangunan aneh dan bagus
- Geografis yang disusun secara beradab dengan geometris
- Banyak dewa turun dengan cahaya seperti asap biru merah dan wangi
- Matahari yang tidak panas tapi hangat
- bangunan yang lantainya berkabut sejuk tapi tak berair
- Damai tanpa perang dan perselisihan
- Pakaian khas Atlantean
- Patung khas Atlantean
- Pohon-pohon indah
- Dunia hanya manusia dan tanpa binatang yang menjijikkan dan buas

Pengalaman Makrab Kamadhis Duta Dharma 2006

Okeh... Sejenak kita lupakan masalah sing mumeti (yang buat ruwet)... sekarang gua pengen cerita tentang pengalamanku waktu ikut makrab kamadhis UKDW tanggal 16 -17 Sepetember 2006. Lokasi makrab kami adalah di Kaliurang. Kami menginap semalam di rumah penginapan. Tempatnya sejuk dan adem, apalagi waktu pagi, uwih... ademe pool (dingin buanget)... Kita semua yang berangkat ke sana kira-kira ada 30an orang lebih,jadi ga gitu rame dan ga gitu sepi, yah,standar lah, :-) ... Pada jam-jam tertentu kita disediakan makanan dan minuman oleh karyawan dari si empunya rumah itu, pokoke kita kaga bakal mati kelaparan dan kehausan dah di sana. Yah,biarpun lauknya yang biasa-biasa aja, tapi semua enak-enak.

Pada hari pertama gua di sana, yaitu hari sabtu, semua acara dipusatkan pada aula di kompleks penginapan itu. Acaranya bermacam-macam dan asik-asik semua. Dari siang sampe malam pada acara bakar-bakaran. Wah,ternyata orang-orang kamadhis merancang acara yang kaga ngebosenin, jadi cukup enjoy juga lah biarpun acara pada hari petama itu di ruangan. Ada hal yang menurutku itu lucu, pada acara bakar-bakaran, kami mengelilingi api unggun. Tiba-tiba ko Ta' Hong berbicara seolah-olah ia memang orang yang arogan. Ia mengkritik semua panitia dan peserta. Ia berbicara sebagai pembina kamadhis... yah dia memang elder-nya kamadhis kog. Suddently,ia memusatkan pembicaraannya pada 3 orang, yaitu, Willy Budiman, Ko Erick, dan Leman, dan mereka disuruh berdiri menempati suatu sisi terpisah dengan para peserta lain, mereka juga disuruh untuk menutup mata mereka dan mendengarkan dengan baik apa yang ko Ta' Hong katakan. Ia mengkritik mereka dengan alasan sejak dari awal acara hingga acara api unggun ini mereka tidak pernah serius mengikuti acara, sering main-main dan ga menghargai panitia. Hiperbol seh, padahal sebenarnya mereka nga gitu, dan memang yang namanya makrab itu kan acara buat fun-fun-an, jadi ga mungkin orang pada serius semua. Tapi itu semua cuma akal-akalan ko Ta' Hong aja. Setelah puas mengomentari mereka, akhirnya para peserta diminta untuk mengelilingi api unggun lalu menyalami mereka bertiga, serentak setelah itu kita semua disuruh untuk menyanyikan lagu selama ulang tahun. Dari tadi gua memperhatikan wajah Willy Budiman yang sepertinya merasa menyesal akan kata-kata dari ko Ta' Hong, kata orang seh dia hampir nangis. Hahaha :-D . Dasar lugu. Sebenarnya gua udah tau maksud ko Ta' Hong dari awal. Dalam hati gua berkata "basi ah", karena gua sudah pernah mengetahui cara ngagetin orang yang ultah waktu gua ikut makrab Info Camp tahun 2004. Setelah itu kita semua bakar jagung, lalu sebagian dari kami ada yang mengunjungi tempat makrab Kamadhis Atma Jaya yang ternyata sangat dekat dengan tempat makrab kami, cuma nyebrang doank dah nyampe...

Hari kedua. Bangun pagi-pagi jam 5, mak jang... dinginnya... ampun DJ... ga tahan, lalu gua pake jaket. Masih dingin juga, tapi lumayan lah. Hari kedua ini,kita outbond seharian ampe pulang. Lokasi permainan outbond-nya masih di seputar kaliurang. Permainannya banyak dan asik-asik semua. Puas deh iktu acara kamadhis. Setelah selesai outbond, kita semua pada makan siang dulu, setelah itu kita kemas-kemas untuk pulang. Kita pulang dengan bus. Semua peserta pada capek,akhirnya di perjalanan pada turu (tidur) semua. Ahh... gua lupa masukin handuk basah yang gua jemur di kursi. Gara-gara buru-buru ngemasin barang,jadinya nga perhatiin handuk yang lagi dijemur. Ketinggalan deh tu handuk. Tapi ya sudah lah... inilah harga belajar dari pengalaman, sebuah handuk dikorbankan. Belajar dari kesalahan kecil untuk tidak mengulanginya lagi sebagai kekliruan besar di masa mendatang. :-D. Yah mungkin sampai di sini dulu cerita dari gua tentang makrab yang cukup fun dengan orang-orang Kamadhis....

Salam

.:: Andi Suwito - Apin ::.

<<>>


Me and programming

ME AND PROGRAMMING
=====================
22.45
2 OKTOBER 2006
At my boarding house
---------------------------

Permulaan yang sangat awal sekali aku mengenal programming adalah diawali dengan pengenalanku terhadap sebuah benda yang bernama komputer. Saat aku duduk di bangku SMP kelas 2 (1999), di sekolahku diajarkan mata pelajaran komputer. Saat itu kita awali dengan pengenalan terhadap komputer yang mana mencakup hardware dan software terlebih dahulu. Setelah itu kami mulai dikenalkan dengan sistem operasi DOS (Disk Operating System) dimana awal dari semua perintah dasar dan sederhana pada komputer yang aku pelajari. Aku amat menyukai pelajaran tentang DOS. Seringkali aku mengutak-atik perintah di DOS, seperti membuat perintah sendiri dengan menulis Batch File (*.bat | batch:tumpukan) dengan kreasiku sendiri sehingga seolah-olah aku menciptakan perintah baru dalam DOS seperti yang aku kehendaki. Aku amat antusias sekali dalam mempelajari ilmu tentang komputer. Seperti orang yang benar-benar kehausan ilmu pada masa itu.
Setelah aku naik ke kelas 3 SMP, aku jadi memiliki hobi membaca komputer apa saja. Yang penting tentang buku komputer pasti aku beli. Salah satu yang menambah wawasan serta informasi aku pada saat itu adalah majalah CHIP. Isinya tentang hardware dan software serta tips dan trik pada sistem operasi sangatlah memadai dan jelas. Salah satu rubik yang amat aku minati adalah bagian INDOWARE-nya yang membahas software-software yang dibuat oleh orang-orang Indonesia atau lokal. Dulu aku punya pemikiran bahwa software hanya dapat dibuat oleh perusahaan pengembang perangkat lunak saja karena hanya mereka yang mempunyai kemampuan untuk merancang dan menciptakan software. Mungkin karena pengetahuanku tentang produksi dan distribusi software yang pada saat itu masih sangat minim sekali. Tetapi saat aku tau bahwa software-software itu, apalagi hanya software yang sangat sederhana itu dibuat oleh orang lokal secara individu sendiri, akupun terkejut. Lalu muncullah pemikiran dalam diriku bahwa kita sendiri dapat mengembangkan perangkat lunak sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi bagaimana ?
Suatu hari aku jalan-jalan di toko buku bersama dengan seorang temanku, memeriksa apakah ada buku komputer bagus yang bisa aku beli untuk dipelajari. Langkah demi langkah aku tapakkan kakiku di toko buku itu menelusuri rak-rak panjang berwarna krem cerah yang penuh dengan buku-buku komputer (wah...gaya tulisannya kayak di novel-novel yach...). Lalu pada langkah yang kesekian kalinya aku tiba-tiba berhenti. Aku melihat sebuah buku yang berjudul DELPHI 4 jilid 2 karangan Djoko Pramono,buku itu berwana biru putih dengan gambar khas kepala dewa DELPHI, disertai dengan sebuah disket 1.44MB berisi contoh-contoh program yang ada di buku itu. Akhirnya aku membaca resensi di belakang buku itu (karena buku itu masih terbungkus rapi dengan plastik,jadi ga bisa bolak-balik halamannya buat dibaca). Aku kurang mengerti maksud isi yang akan disampaikan buku itu, tapi aku menangkap bahwa buku itu berguna untuk membuat sebuah program. Dengan antusias buku itupun aku beli. Dulu itu sekitar Rp.35.000,- an lah gitu... Sampai di rumah akupun membuka buku yang telah disampul dengan rapi itu. Dengan tergesa-gesa aku membalik halaman demi halaman. Aku melihat step-step bagaimana cara membuat program. Waaa....... Senangnya hatiku pada saat itu. Akhirnya aku menemukan sebuah cara untuk membuat sebuah program dari buku ini. Tapi pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana cara menemukan software pembuat program yang dimaksud di dalam buku itu (Delphi 4) ? Karena di Aceh tidak ada rental CD Software, maka semua CD harus dibeli langsung. Suatu hari aku ke sebuah toko komputer dengan maksud hendak mencari game (Lupa game apa, tapi sepertinya ga ada yang lain kecuali mainan favoritku dari dulu sampe sekarang : Age of Empires II), ternyata CD yang aku cari itu ternyata tidak dijual di sana. Kemudian dengan langkah kecewa (karena barang yang kucari ternyata tak ada) akupun bersiap meninggalkan toko itu. Tapi mata terus menatap di etalase kaca yang penuh dengan CD program. Aku melihat sebuah kotak CD yang tak menarik dengan gambar bermacam-macam CD program, tapi digabung menjadi satu CD. Sepintas aku melihat gambar kepala dewa Delphi dan membaca sebuah teks hitam kecil dengan judul DELPHI 4. Sesaat setelah itu pula aku memanggil asuk (paman) yang jaga di toko itu untuk mengambil CD itu yang kemudian aku beli dengan antusias pula (harganya dah lupa tuh, hehehe...).
Saat sampai di rumah, CD itu lalu ku jalankan di komputer dan akupun menginstall program DELPHI yang cara penginstalannya sangat rumit. Itu tak dapat kuatasi dan akupun menyerah. Lalu aku membaca buku Delphi lagi, semangat 45 untuk membuat program sendiri juga terbakar lagi, akhirnya dengan segala cara, pokoke Delphi harus berhasil aku install di komputer. Dan It's work ! Betapa senangnya setengah mati aku pada saat itu. Akhirnya aku berhasil menginstall sendiri program Delphi ke dalam komputer, jadi sekarang aku bisa belajar buat program sendiri di komputer. Satu pelajaran lagi yang kudapat, hehehe. Hari demi hari terus berlalu. Jam terbangku dalam pemrograman Delphi pun semakin bertambah. Ga terasa program yang aku coba-coba buatpun semakin banyak.
Saat aku duduk di kelas 2 SMA, aku sangat berminat untuk mencoba, bisa ngak yah aku buat program trus dimasukin dan dipublikasikan lewat majalah CHIP yang jangkauannya ke seluruh Indonesia. Akupun mencoba membuat sebuah program yang amat sangat sederhana cara kerjanya waktu itu (hanya mengubah halaman, mencari file dan menampilkan teks), dengan "Buku Pintar" sebagai knowledge-base-nya akhirnya terciptalah sebuah program yang bernama HOROSKOP, yang mana program itu akan menampilkan data sifat dan kepribadian dari rasi bintang anda. Kemudian program ini aku pack ke dalam sebuah installer yang juga aku buat sendiri dengan Delphi, kemudian aku kirim lewat email ke redaksi CHIP. Lama tidak ada tanggapan, tapi setelah satu bulan kemudian aku mengecek email dan mendapat balasan dari redaksi CHIP yang menyatakan bahwa program aku diterima dan akan dipublikasikan oleh majalah CHIP. Dalam email tersebut juga ter-attach-kan sebuah file *.pdf yang berisi halaman yang menampilakn programku pada sebuah kolom. Waaaaaccchhhh.... Gile bener........ ga nyangka programku yang amat sangat sederhana itu ternyata diterima di majalah CHIP yang akan dapat menjangkau ke seluruh pelosok Nusantara, jadi programku dapat dilihat dan dinikmati oleh banyak orang. Betapa rasa senangku meluap-luap pada saat itu. Aku memberitahu papa-mama-ku dengan senang bahwa programku diterima di CHIP. Seminggu kemudian aku membeli majalah CHIP dan membuka halaman yang termaksudkan dalam pemberitahuan lewat file pdf yang dikirimkan oleh redaksi CHIP melalui email kepada aku, untuk melihat kolom penjelasan tentang programku. Saat itu juga aku lari memperlihatkan sama papa-mama-ku halaman yang memuat penjelasan tentang programku. Di situ terpampang jelas nama "Andi Suwito" secara jelas. bangganya aku pada saat itu. Yah biarpun kolomnya kecil,kira-kira cuma berukuran 5x9cm doank, tapi itu ga menjadi masalah. Aku lagi hepi kali ya?!
Beberapa bulan kemudian ada saudari ku yang kuliah di UKDW jurusan Teknik Informatika datang berkunjung ke Aceh, ia datang ke rumahku. Beberapa waktu kemudian akupun datang ke ruang tamu, di sana sudah ada Ta Ku (tante tertua), Ama & Akong (nenek & kakek), papa & mama, dan A Fong cie-cie (nama saudariku itu : Cik A Fong). Tiba-tiba aku ditanya oleh A Fong cie-cie dalam bahasa Hakka (khek) : "Pin, aku dengar kamu buat program dan dimuat di majalah CHIP ya, program apa sih ?", lalu akupun menjawab dengan bangga tapi kalem (buat nyembunyiin kesombongan, jaim lah,hehehe...) : "Oh iya,cuma program horoskop, dan hanya program kecil yang sangat sederhana kok", "Oh ya? tapi bagus banget kalo kamu udah bisa buat. Cie-cie aja belum bisa buat yang seperti itu (maklum, dia kuliah baru semester awal dan cuma 1 taon doank). Kalo ada coba liat programnya donk !". "Oh boleh, aku pinjamin kasih cie-cie liat majalah CHIP ya, di sana ada kolom penjelasan tentang programnya". Lalu aku mengambil majalah CHIP (kalo ga salah itu ada di edisi 5/2002) dan membuka lembaran dimana programku termuat di dalamnya kemudian menyerahkannya untuk dibaca A Fong cie-cie. Dia membaca selama beberapa waktu, setelah itu ia berkomentar ke aku lagi tapi aku lupa apa yang dibicarakan, mungkin dia nyaranin aku untuk masuk ke jurusan Teknik Informatika. Sejak saat itu aku menetapkan untuk masuk ke jurusan Teknik Informatika di Yogyakarta seperti dia. Semangat membuat programku menggebu-gebu berkat adanya dukungan dari semua pihak. Tidak menyangka ternyata program pertamaku yang sangat sederhana mendapat penghargaan yang luar biasa dari kalangan keluargaku, maka semangat 45 ku untuk masuk ke jurusan Teknik Informatika terus meningkat. Sejak saat itu pula email yang masuk ke aku pun masuk secara berkala, ada yang sekedar menanyakan dimana bisa mendapatkan programku selain di CHIP cd, ada yang sekedar ingin berkomentar, dan ada pula yang mengajak bekerjasama dan belajar bersama dalam hal pemrograman.
Yah, itulah perjalananku pada masa aku belum mengerti apa-apa tentang pemrograman hingga saat ini. Hingga saat ini pun aku masih kurang kemampuannya dalam pemrograman dan harus banyak belajar. Jadi aku masih harus banyak menggali pengetahuan di luar dan dalam kampus untuk mengorek pengetahuan tentang pemrograman sebanyak mungkin agar dapat menerapkannya di dunia kerja (di luar negeri). That's really my highest dream...! Mungkin itu saja dulu kisah dari ku yang ingin aku tulis di sini. Semoga aku makin berkembang dalam pengetahuan, May the force be with me and you... !

Semoga semua makhluk berbahagia.

Salam
Andi Suwito

Suara keheningan

Dikala aku sedang banyak masalah yang bikin pikiran ruwet, biasanya aku akan masuk ke dalam dunia keheningan.... Biasanya pada pukul 5 sore aku akan mandi untuk membersihkan diri yang mana telah dihinggapi kuman seharian - dari siang hari. Setelah mandi sore, fisik akan terasa sangat segar dan penat dalam benak pun terasa agak berkurang. Di dalama kamar kost ku yang nyaman, suasana amat mendukung untuk memasuki dunia keheningan, dimana suasana pada sore hari di daerah kost ku tidak begitu berisik dengan kendaraan yang lalu-lalang. Lalu aku menghidupkan kipas angin yang kupasang di dinding kamarku agar susasana tidak begitu hangat, kemudian kaca jendela yang telah terbungkus dengan kertas kado aku tutup agar tidak ada orang yang menggangu dengan mengintip-intip. Aku lalu mengambil bantal meditasi yang berbentuk bulat dan aku mulai duduk dengan tenang.

Nyaman sekali rasanya ketika duduk dan menyadari bokong sedang merebahkan dirinya pada bantalan yang empuk dan nyaman. Kemudian aku mulai memejamkan mata, dan setelah menyadari bahwa mataku telah terpejam, konsentrasiku mulai terfokus pada kesadaran bahwa tubuh ini sedang duduk diam. Menyadarai kulit yang sedang bersentuhan dengan pakaian, menyadari bahwa posisi kita tengah duduk bersila. Perlahan fokus konsentrasiku kemudian ku pusatkan ke pernafasan, secara otomatis pula aku masuk menggunakan metode Anapana-sati : Kesadaran yang bertumpu pada pernafasan.

Kuamati pergerakan nafas yang masuk dan keluar secara berkesinambungan, yang masuk dan keluar melalui jalur lubang hidung. Aku mencoba merasakan udara yang keluar masuk itu lewat bulu hidung yang bergerak dan mempersensitifkan kulit di bagian segitiga di bawah lubang hidung / di atas bibir (di daerah kumis). Tapi,inilah sifat pikiran yang secara natural memang sangat susah dikendalikan bagai kuda liar tanpa pelana dan tanpa penunggang, bagai seorang pembuat anak panah yang tengah berkutat untuk meluruskan anak panahnya....

Pikiran ini terus mengembara ke masa lampau dan masa depan ! Ia tidak mau terus tinggal diam untuk mengamati realita saat ini. Ia terus bergulung-gulung tidak menentu arah. Tapi aku lalu menyadari secara cepat bahwa pikiran sedang tidak pada pekerjaan yang seharusnya ia lakukan saat ini, yaitu mengamati pernafasan yang sedang keluar masuk. Dengan tenang kubawa kembali pikiran itu ke dalam konsentrasi pada pernafasan dengan tanpa pikiran untuk membenci pikiran yang tadi sedang berkelana itu. Maka kedamaian dan keheningan terbawa kembali ke dalam diriku.

Demikianlah secara berulang-ulang itu terjadi, pikiran lari dan kubawa kembali, lari lagi dan kubawa kembali lagi, lagi-lagi lari lagi dan lagi-lagi kubawa kembali lagi <--- hehehe... permainan kata.... Itulah sebuah suara keheningan yang senantiasa membimbingku kembali kepada konsentrasi yang mana itu kusebut sebagai "Suara keheningan yang tanpa suara". Sungguh damai dan sangat indah-lah Dhamma itu apabila dihayati, diselami, dan dipraktikkan. Indaaahh sekali.... Maka aku merasa beruntung "lahir" sebagai manusia, aku merasa beruntung dapat "mengenal" Dhamma, aku merasa berutung mempunyai karma baik yang "membimbingku" ke jalan Dhamma, dan aku merasa beruntung mendapat bimbingan yang benar untuk "mempraktikkan" Dhamma yang benar pula.

Sabbe satta bhavantu sukkitatha

Memory of my Jogja boarding house

Now i wanna tell about my own experiences with my boarding house... at Argulo.

Pengalaman ku di kost Argulo berkesan banget. Udah lebih dari 2 tahun aku di Jogja dan ngekost di sana. Pertama kali aku ke Jogja bareng 2 orang temanku dari Aceh, Acun dan APin(Panjul). Kost kami di Jogja diurus oleh cici nya Acun. Karena ada anak Vidyasena yang tinggal di kost Argulo (Ko GGn, Ko Olwin, Ko Yanto, Ko Agung) di tahun 2004, maka cici nya Acun merekomendasikan kami untuk ngekost di sana. Selain ada beberapa anak Vidyasena yang nantinya akan membimbing kami di Jogja dan suasananya juga cukup menyenangkan.

Awalnya kemana-mana kami selalu bersama-sama. Makan ya pergi bersama-sama, test di kampus ya bersama-sama, mandi ya sama-sama (kamar mandinya ya tetep satu-satu donk), satu kamar buat ditinggali bersama-sama, tapi untuk urusan nyuci awalnya pakaian kami dicuci ama Panjul,hehehe... Setelah tinggal beberapa bulan di Argulo, kami mulai menempati kamar yang berbeda. Awalnya kamar itu kosong melompong, tapi setelah kami isi dan itu masih juga kelihatan kosong karena kami belum mengerti cara menata kamar ala anak kost yang perabotannya harus beli sendiri, sedangkan barang-barang kami masih berserak-serak.

Tidak berapa lama kita tinggal di Argulo, kita pun mulai berkenalan dengan para penghuni yang lainnya. Sambil berkenalan dengan tiap tetangga kami, kamipun sambil berkenalan pula dengan tata ruang kamar mereka. Kami mengunjungi dan melihat kamar mereka, awalnya desain kamar mereka membuat kami berdecak kagum. Gimana ngak, baru kali ini kami sadar bahwa kami harus menata kamar sendiri. Udah anak kuliah lho... anak kost-kost-an... Tata kamar mereka rapi dan teratur karena tiap-tiap barang yang mereka punya ditata di perabot. Perabot yang dimaksud di sini bukan perabot mewahan, tapi perabot yang biasa dipakai sama mahasiswa. Misalnya rak-rak buku, rak bertingkat serba guna, lemari pakaian, gambar di dinding, dan yang gak kalah penting itu meja komputer.

Setelah itu kami balik ke kamar kami dan mulai berpikir-pikir dan membuat rencana. Kira-kira yang ada di dalam benak kami saat itu adalah : "Wah setelah lihat-lihat kamar mereka, bagus juga ya kalo banyak perabotan yang berguna, jadi kan bisa nyusun barang-barang biar rapi. Trus besok tanya-tanya mereka ah beli dimana, trus minta tolong aja dianterin buat beli itu barang, hehehe...". Teman-teman kost kami baik-baik tuh. Kita mau beli ini itu biasanya kalo mereka sempat ya pasti di anterin. Kadang kala kita mau ke kampus buat test, biar ga telat, biasanya kita di anterin kalo naik bus udah ga memungkinkan lagi. Argulo...oh Argulo sing ku tresno... Argulo... manis aire koyo gulo wae... hehehe... Begitulah pengalamanku di Argulo bersama dengan semua penghuninya.

May all beings be happy in theirs kindness.
Semoga semua makhluk berbahagia di dalam kebaikan mereka.